Nesiapedia

Cara Install Laravel Breeze

Sebelum belajar menginstall Laravel Breeze, akan lebih baik jika kita mengetahui apa itu Laravel Breeze.

Introduction

Laravel Breeze adalah sebuah scaffold / kerangka pada framework Laravel yang menyediakan fitur authentication. Fitur authentication disini termasuk fitur:

  • Login
  • Register
  • Password Reset
  • Email Verification
  • Password Confirmation
  • Profile Page

Selain itu, pada Laravel Breeze juga menyediakan view / tampilan untuk fitur-fitur diatas. Sehingga, Laravel Breeze ini sangat membantu developer dalam mengembangan web application tanpa harus bingung dalam implementasi authentication. Laravel Breeze sendiri menggunakan Blade Templates dengan Tailwind CSS.

Prerequisite

Sebelum melakukan instalasi Laravel Breeze, pastikan anda sudah menginstall PHP pada laptop / PC anda. Pada tutorial kali ini kita akan menginstall Breeze beserta Laravel versi 10 sehingga pastikan menggunakan PHP dengan versi minim 8.1 (akan lebih baik jika menggunakan versi 8.2). Selain PHP, pastikan sudah menginstall composer dan Node JS pada laptop / PC serta memiliki koneksi Internet saat instalasi.

Install Laravel & Breeze

Ketikkan command berikut pada terminal di PC / laptop anda:

composer create-project laravel/laravel laravel-breeze

Anda dapat mengganti nama project dengan mengganti laravel-breeze dengan nama project yang anda inginkan pada saat mengetikkan command. Tunggu proses pembuatan project dan pastikan koneksi lancar.

Proses instalasi Laravel Breeze

Saat sudah selesai pembuatan project, maka akan muncul tampilan seperti gambar diatas. Jika sudah, masuk ke dalam folder project anda dengan cara:

cd laravel-breeze

Jika sudah berhasil menginstall Laravel, lanjutkan dengan menginstall Breeze, dengan mengetikkan:

composer require laravel/breeze --dev

Tunggu hingga proses instalasi selesai setelah mengetikkan command diatas.

Lanjutkan dengan mengetikkan command dibawah:

php artisan breeze:install

Pada saat instalasi, pada command prompt akan ditanyakan jenis dari Breeze Stack yang ingin diinstall. Disini saya memilih Blade with Alpine. Sehingga cukup ketikkan blade pada command prompt dan tekan enter.

Pada step selanjutnya akan muncul beberapa pertanyaan, seperti:

Would you like dark mode support?

Untuk bagian ini, anda dapat memilih ingin mengaktifkan dark mode atau tidak pada project anda. Anda dapat mengetikkan no apabila tidak ingin mengaktifkan dark mode pada project anda. Pada tutorial kali ini, saya memilih yes karena ingin mengaktifkan dark mode.

Which testing framework do you prefer? [PHPUnit]

Untuk bagian ini, anda dapat memilih framework testing yang ingin anda gunakan. Disini saya memilih default dengan menekan 0 kemudian enter.

Tunggu hingga selesai dan muncul keterangan Breeze scaffolding installed successfully.

Database & Migration

Untuk dapat menjalankan project Laravel Breeze yang telah kita buat, kita harus melakukan konfigurasi pada database. Buka file .env yang terdapat pada root folder project anda.

File env pada root folder project

Setelah anda buka, lakukan konfigurasi pada bagian:

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=laravel_breeze
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

Pastikan host, port, username, dan password sudah sesuai dengan database server yang terinstall pada PC / Laptop anda. Untuk database name, anda dapat mengganti dan sesuaikan dengan database yang ingin anda gunakan. Disini saya menggunakan nama: laravel_breeze. Jika sudah lanjutkan dengan mengetikkan command berikut:

php artisan migrate

Jika database yang anda masukkan belum ada, maka akan ada pertanyaan seperti:

The database ‘laravel_breeze’ does not exist on the ‘mysql’ connection. Would you like to create it? (yes/no) [no]

Lanjutkan dengan mengetikkan yes kemudian enter.

Tunggu hingga proses migration selesai hingga tampilan kurang lebih seperti gambar diatas.

Menjalankan Project

Langkah selanjutnya jika anda sudah selesai menjalankan migration adalah menjalankan project yang telah kita buat. Ketikkan command berikut:

npm install && npm run dev

Command diatas digunakan untuk melakukan compile pada asset front end. Tunggu hingga tampil seperti gambar dibawah:

Jika sudah, lanjutkan untuk menjalankan Laravelnya (Pastikan menggunakan tab baru atau terminal window yang lain, jangan close command prompt sebelumnya), ketikkan command berikut:

php artisan serve

Setelah mengetikkan command, tunggu hingga muncul tampilan seperti pada gambar dibawah:

Jika sudah muncul seperti pada tampilan diatas, silahkan buka browser anda dan buka alamat berikut: http://127.0.0.1:8000. Maka akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah:

Tampilan Awal Project Laravel Breeze

Jika anda sudah sampai pada tahap ini, berarti anda telah berhasil menginstall Laravel dan Breeze. Anda sudah dapat menggunakan fitur bawaan breeze, seperti: Login, Register, dan lain-lain.

Kesimpulan

Penerapan Laravel Breeze sebagai alat bantu untuk implementasikan fitur authentication ataupun skeleton project pada project Laravel akan sangat memudahkan developer dalam membangun project Laravel. Sekian tutorialnya, semoga bermanfaat.

Referensi

Andri Sutanto